Selasa, 28 November 2017

Nutrisi Untuk Wanita Hamil

NUTRISI KEHAMILAN

Kehamilan merupakan masa dimana seorang wanita didalam rahimnya terdapat embrio. Kehamilan seorang wanita pada umumnya terjadi selama ±40 minggu atau 38 minggu. Saat seorang wanita sedang dalam keadaan hamil, maka dibutuhkan asupkan gizi yang baik dan seimbang untuk calon bayi yang ada dalam rahimnya. Gizi adalah suatu makanan yang dikonsumsi oleh manusia dalam satu hari yang mencakup beraneka ragam asupan nutrisi yang berguna untuk tubuh dan mengandung zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh (Eva, 2010).

Seorang wanita hamil dibutuhkan beberapa asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga si ibu dan calon bayinya supaya tetap dalam keadan sehat. Berikut ini adalah beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh wanita hamil antara lain adalah:

Kalori
Selama kehamilan dibutuhkan asupan kalori yang lebih banyak dari wanita yang tidak dalam keadaan hamil. Kalori yang dibutuhkan bertambah antara 300- 400 kkal dalam satu hari. Kalori ini dapat berasal dari makanan yang bervariasi seperti nasi atau umbi- umbian (55%), sayuran atau buah- buahan (10%) dan lemak nabati maupun hewani (35%).

Asam Folat
Janin sangat membutuhkan asam folat dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan sel dan sistem saraf. Jika kehamilan dalam trimester pertama janin membutuhkan 400 mikrogram asam folat perharinya. Asam folat ini dapat ditemukan pada buah- buahan, beras merah ataupun sayuran hijau.

Protein
Protein ini menjadi sumber kalori dan zat pembangun  serta pembentukan darah dan sel bagi janin. Protein yang dibutuhkan oleh ibu hamil sekitar 60 gram per hari. Protein ini bisa didapatkan dari kacang- kacangan, tempe, putih telur, daging dan tahu.

Kalsium
Kalsium ini dapat berfungsi untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi pada janin. Kalsium ini juga dapat mencegah terjadinya osteoporosis pada ibu hamil. Kalsium dapat ditemukan pada produk olahan susu, kacang- kacangan dan sayuran hijau lainnya.

Vitamin A
Vitamin A yang dibutuhkan oleh seorang ibu hamil tidak boleh terlalu berlebih karena dapat mengganggu pertumbuhan pada janin. Vitamin A ini bermanfaat untuk pemeliharaan fungsi mata, pertumbuhan tulang dan kulit serta sebagai imunitas pada janin. Vitamin A dapat diperoleh dari sayuran hijau.

Zat Besi
Zat besi ini sangat berperan dalam membantu pembentukan darah terutama untuk membentuk sel darah merah hemoglobin dan mengurangi risiko terkena anemia pada ibu hamil. Zat besi akan dibutuhkan saat usia kehamilan memasuki 20 minggu. Zat besi dapat diperoleh melalui hati, daging atau ikan.

Vitamin C
Seorang ibu hamil membutuhkan vitamin C untuk menyerap zat besi, selain itu juga baik untuk kesehatan gusi dan gigi. Fungsi lain dari vitan C juga dapat digunakan untuk melindungi jaringan organ tubuh dari berbagai penyakit.

Vitamin D
Vitamin D dapat bermanfaat untuk pembentukan dan pertumbuhan tilan bagi bayi. Sumber dari vitan D adalah susu, kuning telur atau hati ikan (Haryani, 2011).

Bila seorang wanita hamil mengalami kekurangan asupan gizi yang baik, maka dapat menyebabkan risiko anemia, pendarahan berat, penyekit infeksi pada ibu hamil, selain itu juga dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin, menimbulkan keguguran, bayi lahir dalam keadaan cacat atau berat badan rendah. Kekurangan gizi juga dapat mempengaruhi proses persalinan yang lama dan sulit atau persalinan sebelum waktunya (Iman, 2011).

DAFTAR PUSTAKA

Eva. (2010). Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Trans Info Media.

Muhammad, Iman. (2011). Pandunan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bidang Kesehatan. Bandung: Mulya Sarana.

Sulistyoningsih, Haryani. (2011). Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Jogjakarta. Graha Ilmu.